Friday, December 9, 2016

Keanekaragaman Hayati ; Pengertian, Tingkat, Klasifikasi, Serta Manfaat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Hayati


Setiap individu memiliki perbedaan dengan individu lainnya.

Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan satu dengan yang lain.

Perbedaan tersebut di dalam ilmu biologi disebut biodiversitas atau yang lebih dikenal dengan keanekaragaman hayati.

Contoh dari keanekaragaman hayati ini misalnya adalah perbedaan jenis flora dan fauna yang dimiliki Indonesia akan berbeda dengan flora dan fauna yang dimiliki oleh daerah di benua lain.

Keduanya memiliki kekhasan dan ciri-ciri tersendiri sehingga ada perbedaan antara satu dan yang lainnya yang membentuk suatu keanekaragaman hayati atau biodiversitas.

Keanekaragaman hayati sangat penting untuk kehidupan dan kelangsungan hidup manusia.

PENGERTIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

Seperti yang kita tahu bersama di sekitar kita terdapat berbagai jenis tanaman yang berbeda-beda dan juga hewan-hewan dengan berbagai jenis dan macam. 

Fakta tersebut adalah bukti adanya keanekaragaman hayati.

Kemudian Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati ?

Keanekaragaman hayati adalah tingkat variasi bentuk kehidupan mulai dari tingkat gen, jenis, serta ekosistem yang terbentuk karena adanya keseragaman dan keberagaman sifat/ciri makhluk hidup baik dalam satu jenis maupun makhluk hidup yang berbeda jenis.

BERBAGAI TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAYATI

Keanekaragaman hayati bisa ditemukan dalam berbagai tingkat kehidupan,  mulai dari kehidupan organisme tingkat rendah sampai dengan organisme tingkat tinggi.

Misalnya keanekaragaman hayati pada jenis makhluk bersel satu sampai makhluk bersel banyak, dari spesies atau individu sampai ekosistem.

Secara umum keanekaragaman hayati bisa dibagi menjadi tiga tingkat yaitu :

1. Keanekaragaman gen
2. Keanekaragaman jenis
3. Keanekaragaman ekosistem

1. Keanekaragaman Gen

Keanekaragaman gen menyebabkan variasi antar individu sejenis,  misalnya keanekaragaman pada tanaman padi dan mangga.

Tanaman padi ada beberapa macam atau varietas,  mulai dari IR, PB, rojolele, sedani, dan Kapuas.

Begitupun dengan mangga ada arumanis, golek, dan manalagi.

Keanekaragaman pada tanaman padi dan mangga disebabkan oleh variasi gen.

Gen adalah materi yang terdapat di dalam kromosom makhluk hidup yang mengendalikan ciri organisme.

Variasi gen pada setiap makhluk hidup menyebabkan sifat yang tidak tampak (genotip) dan sifat yang tampak (fenotip) pada setiap makhluk hidup menjadi berbeda.

Variasi makhluk hidup dapat terjadi akibat perkawinan sehingga susunan gen keturunan yang berbeda dari susunan gen induknya.

Selain itu variasi makhluk hidup dapat pula terjadi karena interaksi gen dengan lingkungan misalnya tumbuhan Hydrangea dapat memiliki bunga yang warnany berbeda karena tumbuh di tanah yang kadar keasamannya berbeda.

2. Keanekaragaman Jenis

Keanekaragaman hayati tingkat jenis (antar spesies) mudah diamati karena perbedaan yang mencolok.

Misalnya variasi antara kelapa, siwalan, aren, dan pinang.

Meskipun mereka merupakan suatu kelompok tumbuhan palem-paleman namun masing-masing memiliki fisik yang berbeda dan hidup di tempat yang berbeda misalnya kelapa tumbuh di pantai, siwalan tumbuh di daerah kering, dan aren tumbuh di pegunungan basah.

Contoh lain adalah variasi antara kucing dan harimau. Kucing dan harimau termasuk dalam satu kelompok kucing. 

Meskipun demikian antara kucing dan harimau terdapat perbedaan fisik, tingkah laku, dan habitat. 

Keanekaragaman tingkat jenis menunjukkan adanya variasi bentuk penampakan dan frekuensi gen.

3. Keanekaragaman Ekosistem

Semua makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya yang berupa faktor biotik dan faktor abiotik. 

Faktor biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup lain, sedangkan yang termasuk faktor abiotik adalah iklim, cahaya, suhu, air, tanah, dan kelembaban(faktor fisik) salinitas, tingkat keasaman, dan kandungan mineral (disebut juga faktor kimia). 

Faktor biotik maupun faktor abiotik sangat bervariasi. 

Oleh karena itu ekosistem yang merupakan kesatuan dari faktor biotik dan abiotik pun bervariasi pula.

Di dalam ekosistem komponen biotik harus dapat berinteraksi dengan komponen biotik lainnya dan juga dengan komponen abiotik agar tetap dapat bertahan hidup.

Jadi interaksi antar organisme di dalam ekosistem ditentukan oleh komponen biotik dan abiotik yang menyusunnya.

Komponen biotik sangat beraneka ragam dan komponen abiotik berbeda kualitas dan kuantitasnya.

Perbedaan komponen-komponen penyusun tersebut mengakibatkan perubahan dari interaksi yang ada sehingga menciptakan ekosistem yang berbeda-beda pula.

Jadi jelaslah bahwa keanekaragaman hayati pada tempat yang berlainan akan menyusun ekosistem yang berbeda-beda.

Contoh keanekaragaman ekosistem.

a. Ekosistem Lumut

Ekosistem lumut didominasi oleh tumbuhan lumut dan terletak di daerah yang bertemperatur rendah. 

Misalnya di puncak gunung dan di kutub. Hewan yang terdapat di daerah tersebut adalah hewan yang berbulu tebal 

b. Ekosistem Hutan Berdaun Jarum

Ekosistem hutan berdaun jarum didominasi oleh pohon berdaun jarum dan terletak di daerah pegunungan. 

Ciri ekosistem ini antara lain umumnya berada didaerah beriklim sedang (sub tropis) yang bersuhu dingin. Hewan yang ada antara lain beruang.

c. Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Ekosistem hutan hujan tropis terdapat di daerah tropis dengan ciri ditumbuhi bermacam-macam pohon terutama tumbuhan epifit, misalnya anggrek, tumbuhan pemanjat, misalnya liana, dan lumut. 

Hewan yang terdapat dalam ekosistem ini antara lain kera dan burung.

d. Ekosistem Padang Rumput

Ekosistem ini didominasi oleh rumput-rumpu dan terdapat pada daerah yang beriklim kering dengan elevasi antara 3600 sampai 4100 meter. 

Hewan yang hidup dalam ekosistem ini antara lain mamalia besar, herbivora dan karnivora.

e. Ekosistem Padang Pasir 

Ciri ekosistem ini antara lain didominasi tumbuhan kaktus, terdapat pada iklim panas. Hewan yang ada antara lain reptilia dan mamalia kecil.

f. Ekosistem Pantai

Ekosistem pantai didominasi oleh formasi pes caprae dan formasi baringtonia yang berbentuk pohon atau perdu.

Lanjutkan ke pembahasan selanjutnya,
klik ;

KLASIFIKASI KEANEKARAGAMAN HAYATI
&
MANFAAT DAN NILAI KEANEKARAGAMAN HAYATI

Sumber ;
Buku penuntun Biologi Sma untuk kelas x; kurikulum 2004 berbasis kompetensi; D. A. Pratiwi, Sri Maryati, Srikini, Suharno, Bambang S; Penerbit Erlangga


1 comments: