Sabtu, 26 November 2016

Pengertian, Sejarah Perkembangan, Serta Ruang Lingkup Kajian Sosiologi

SOSIOLOGI SEBAGAI SUATU KAJIAN



DAFTAR ISI :

I. PENGERTIAN SOSIOLOGI 

II. SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI 

III. SOSIOLOGI SEBAGAI SUATU ILMU

IV. PENGERTIAN SOSIOLOGI MENURUT PARA AHLI SOSIOLOGI

V. METODE SOSIOLOGI

VI. PENGGUNAAN SOSIOLOGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

VII. RUANG LINGKUP KAJIAN SOSIOLOGI

VIII. MANFAAT MEMPELAJARI SOSIOLOGI

IX. PENGUMPULAN DATA SOSIOLOGI


PENGANTAR

Manusia yang lahir ke dunia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, dibandingkan tumbuhan dan binatang. 


Tumbuhan hanya diberi nyawa untuk hidup tanpa bisa berpindah sendiri tanpa bantuan makhluk lain. 


Binatang memiliki nyawa dan roh atau jiwa, disamping dapat hidup dapat pula untuk berpindah-pindah tempat dan berkembang biak.


Sedangkan manusia memiliki nyawa, roh dan disempurnakan lagi dengan akal.


Adanya kelengkapan tersebut menjadikan manusia tidak hanya hidup, berkembang biak, juga dapat menciptakan dan beradaptasi dengan lingkungan untuk mempertahankan diri.


Binatang tumbuh dan berkembang merupakan bawaan dari lahir dan tidak diperlukan waktu yang lama sampai berbulan-bulan dan bertahun-tahun untuk dapat makan dan mencari makanan yang sudah mereka lakukan secara alami dalam waktu yang singkat sejak lahir bahkan tanpa tergantung pada induk mereka.


Sebagai makhluk hidup manusia tidak memiliki unsur bawaan seperti halnya binatang karena semua harus dilalui dengan proses belajar melalui bantuan orang lain dimulai dari keluarga (Ibu, Ayah, dan saudara-saudara yang tinggal bersama). 


Tanpa bantuan mereka sang bayi tidak akan bisa hidup, sekedar untuk membalikkan badan memerlukan waktu yang lama dan sampai bisa berdiri dan lari harus dilalui tahap demi tahap sehingga suatu saat bisa makan sendiri, berdiri sendiri, bicara sendiri melalui proses belajar, dan tanpa itu semua niscaya tidak akan dapat apa-apa bahkan mungkin tidak akan bertahan hidup karena manusia lahir tidak dapat mengerjakan sendiri. 


Mereka memerlukan bantuan orang lain untuk menjadi seorang manusia yang sempurna.


PENGERTIAN SOSIOLOGI

Manusia memerlukan komunikasi dan interaksi dengan orang lain.


Komunikasi dan interaksi inilah yang mendorong manusia melakukan sosialisasi.


Sosialisasi merupakan perwujudan dari ilmu sosiologi.


Sebenarnya apa yang dimaksud sosiologi ?


Istilah sosiologi secara harfiah berasal dari kata "sosius" yang berarti teman dan "logos" yang berarti ilmu. 


Sehingga pengertian sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan (interaksi) manusia di dalam masyarakat.


Banyak berbagai pengertian tentang sosiologi karena para tokoh sosiologi mempunyai sudut pandang yang berbeda tentang ilmu sosiologi ini. 


Namun sasaran dari semua pengertian sosiologi adalah sama yaitu masyarakat dan penelitian yang dilakukan oleh para sosiolog haruslah objektif.


SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI

Kata sosiologi dicetuskan oleh Auguste Comte, orang Perancis pada tahun 1838 dalam bukunya yang berjudul "Positive Philosophy".


Oleh karena itu dia disebut sebagai BAPAK SOSIOLOGI.


Pada tahun 1876, Herbert Spencer mengembangkan suatu teori yang bernama "Evolusi Sosial".


Dalam teori ini Spencer meyakini bahwa memang ada suatu evolusi masyarakat secara perlahan-lahan.


Leste Word seorang Amerika pada tahun 1833 menerbitkan sebuah buku berjudul "Dynamic Sosiology", dalam buku ini dia menganjurkan suatu kemajuan sosial melalui aksi sosial yang dibimbing oleh ahli sosiologi.


Pada tahun 1895, Emile Durkheim menerbitkan buku "Rules of Sociological Method". 

Dia berkeyakinan bahwa masyarakat dipersatukan oleh nilai-nilai dan keyakinan bersama anggota-anggota mereka.


Tahun 1890-an sosiologi mulai dipelajari di Universitas. 


Tahun 1895 Jurnal Sosiologi Amerika diterbitkan dan tahun 1905 didirikan "American Sociological Society".


Dari Manakah Datangnya Nama Sosiologi ?


Nama sosiologi pertama kali diberikan oleh seorang tokoh filsafat yang berasal dari Perancis, bernama Auguste Comte.


Sosiologi berasal dari dua kata yaitu socius (latin) yang berarti "kawan" dan logos (Yunani) yang berarti "kata" atau "berbicara".


Jadi sosiologi berarti "berbicara mengenai masyarakat". 

Tetapi sesuai perkembangan sosiologi diartikan lebih khusus dibandingkan dengan ilmu lainnya yang mengkaji tentang ilmu masyarakat.


Sosiologi lahir disebabkan setelah adanya perubahan (Revolusi) yang terjadi di negara Inggris dan Prancis yang menimbulkan kesenjangan sosial.


Adanya reaksi positif dan negatif para tokoh sosiologi inilah yang mencoba untuk memastikan sosiologi dalam menghadapi perubahan yang ada yaitu :


1. Pitirim A. Sorokin

Menyatakan sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari :

✔ Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial.


✔ Hubungan dan saling pengaruh antara gejala-gejala sosial dan gejala-gejala non sosial.


✔ Ciri umum semua jenis gejala sosial.


2. Auguste Comte (1798-1857)

Beranggapan sosiologi terdiri atas dua bagian :


✔ Social Statics ; sosiologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara lembaga-lembaga kemasyarakatan.


✔ Social Dynamics ; meneropong bagaimana lembaga-lembaga tersebut berkembang dan menjalani perkembangan sepanjang masa.


3. Herbert Spencer (1820-1903)

Sosiologi adalah penyelidikan tentang lebih menekankan cara pemecahan masalah dengan pembagian program kerja yang ada dengan diciptakannya interaksi sosial.


Objek sosiologi yang pokok adalah keluarga, politik, agama, pengendalian sosial dan industri.


Sosiologi harus menyoroti hubungan timbal balik antara unsur-unsur masyarakat seperti pengaruh norma dalam kehidupan keluarga.


4. Emile Durkheim (1858-1900)

Sosiologi meneliti lembaga-lembaga dalam masyarakat dan proses-proses sosial.


Beliau berpendapat bahwa setiap perubahan hanyalah dianggap sebagai suatu transisi untuk menjadi lebih maju, lebih ditekankan pada bidang ekonomi.


5. Karl Max (1818-1883)

Perubahan tersebut harusnya jangan sampai menimbulkan kasta dalam bermasyarakat. Kehidupan harus seimbang, lebih ditekankan pada bidang ekonomi.


6. Max Weber (1864-1980)

Sosiologi sebagai ilmu yang berusaha memberikan pengertian tentang aksi-aksi sosial.


Berusaha memberikan pengertian mengenai perilaku manusia.


Beliau berpendapat bahwa perubahan yang ada merupakan kemajuan perkembangan jaman hasil pemikiran manusia.


Pemikiran di atas sampai sekarang dalam ilmu sosiologi masih digunakan dan dikembangkan dalam menghadapi persoalan masyarakat dan membahasnya tetapi bukan mengatasinya.


SOSIOLOGI SEBAGAI SUATU ILMU

Sosiologi termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial (social science), yang objeknya adalah masyarakat.


Sosiologi juga disebut ilmu kemasyarakatan, dan termasuk ilmu yang masih muda usianya.


Sosiologi sebagai ilmu, baru muncul pada abad ke-19, dipopulerkan oleh seorang filosof Perancis yang bernama Auguste Comte (1798-1853). 

Comte disebut Bapak Sosiologi.


Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri karena telah memenuhi segenap unsur-unsur ilmu pengetahuan, yang ciri-ciri utamanya adalah :


✔ Sosiologi bersifat empiris. Sosiologi dalam melakukan kajian tentang masyarakat didasarkan pada hasil observasi, tidak spekulatif dan hanya menggunakan akal sehat (common sense).


✔ Sosiologi bersifat teoritis. 

Sosiologi berusaha menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. 

Abstraksi adalah kerangka dari unsur-unsur yang didapat di dalam observasi dan disusun secara logis serta memiliki tujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat.


✔ Sosiologi bersifat kumulatif. 

Teori-teori sosiologis dibentuk berdasarkan teori-teori yang telah ada sebelumnya dalam arti memperbaiki, memperluas, dan memperhalus teori-teori lama.


✔ Sosiologi bersifat non-etis. 

Yang dilakukan sosiologi bukan mencari baik buruknya suatu fakta, tetapi menjelaskan fakta-fakta tersebut secara analitis. 

Itulah sebabnya para ahli sosiologi tidak bertugas untuk mempergunjingkan baik buruknya tingkah laku sosial suatu masyarakat.


Ada banyak tokoh-tokoh yang berusaha mendefinisikan sosiologi, diantaranya sebagai berikut :


1) Roucek Waurren mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara manusia dengan kelompok-kelompok.


2) William F. Ogburn dan F. Meyer F. Nimkoff mengatakan bahwa sosiologi adalah penelitian secara alamiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.


3) Pitirim A. Sorokin mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari :

✔ Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial.


✔ Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan non-sosial.


✔ Ciri-ciri umum dari semua jenis gejala-gejala sosial.


4) Selo Soemarjan dan Soelaiman Soemardi mengemukakan bahwa sosiologi/ ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial serta proses sosial, termasuk perubahan sosial.


5) Hasan Sadily, dalam bukunya Sosiologi Masyarakat Indonesia, menyebutkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat, dan menyelidiki ikatan-ikatan antar manusia yang menguasai kehidupan dengan coba mengerti sifat dan maksud hidup bersama, cara terbentuk dan tumbuh.


METODE SOSIOLOGI

Sosiologi menggunakan metode ilmiah dalam usaha untuk mendapatkan jawaban tentang persoalan yang timbul. Syarat-syarat untuk metode itu adalah :


1. Fakta yang dapat dibuktikan

Penelitian harus bersifat objektif sehingga membutuhkan observasi yang nyata dan konkrit yang bisa diuji kebenarannya.


2. Penolakan absolutisme

Kebenaran ilmiah tidak ada yang mutlak, semuanya harus diuji dengan bukti-bukti baru.


3. Netralitas etis

Dalam syarat ini para ilmuan tidak boleh membiarkan nilai-nilai perorangan mempengaruhi rancangan dan pelaksanaan riset ilmiah.


4. Obyektivitas

5. Standarisasi metode pengamatan

Harus ada suatu perencanaan yang teratur baik dalam pengumpulan data, semua prosedur dan penemuan dari pengumpulan data tersebut, dan itu semua harus dicatat secara akurat dan tepat.


6. Kondisi-kondisi yang terkendali.


Penelitian Sosiologi

Penelitian sosiologi menggunakan 2 cara, metode kualitatif dan merode kuantitatif.


1. Metode kualitatif mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan hasil penelitian berdasarkan penilaian dan pemakaian terhadap data yang diperoleh.


Metode ini dipergunakan apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau ukuran dengan angka atau ukuran-ukuran lain yang bersifat eksak. Metode kualitatif ada 2 macam yaitu :


a. Metode historis adalah penelitian yang analis datanya didasarkan pada peristiwa masa lampau untuk mengetahui kejadian saat ini.


b. Metode komparatif adalah penelitian dengan membandingkan antara kondisi masyarakat satu dengan yang lain dengan maksud untuk mengetahui perbedaan dan persamaan disamping untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kondisi masyarakat yang demikian.


Menurut Abu Ahmad, metode kualitatif dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian yaitu :


1. Metode historis

2. Metode komparatif

3. Metode historis komparatif

4. Metode case study, yaitu mendalami secara bersungguh-sungguh dari suatu gejala-gejala yang nyata yang terdapat dalam kehidupan masyarakat pada waktu itu.


2. Metode kuantitatif adalah cara penelitian yang dalam analisis datanya mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka. 

Metode kuantitatif yaitu :


a. Metode statistik, bertujuan menjelaskan gejala-gejala sosial secara sistematis.


b. Metode sosiometri, menggunakan skala-skala dan angka-angka untuk mempelajari hubungan antara manusia dalam masyarakat.


Metode Penyelidikan Ilmiah

Langkah-langkah membentuk penelitian kemasyarakatan ialah :


1. Perumusan Hipotesa

Segala bentuk perumusan masalah yang ada harus didukung oleh teori yang sesuai dengan fakta permasalahan.


2. Kerangka Riset

Setelah melakukan perumusan hipotesa maka dibuatlah garis besar tentang apa yang harus dipelajari, dikumpulkan, diproses, dianalisa.


3. Pengumpulan data

4. Anakisa data

5. Kesimpulan

PENGGUNAAN SOSIOLOGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


1. Kegunaan sosiologi dalam pembangunan

Dalam perkembangan masyarakat dewasa ini, konsep pembangunan sudah menjadi ideologi dalam upaya mengejar pertumbuhan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Menurut Soerjono Soekanto, proses pembangunan perlu dikaitkan dengan pandangan yang optimis untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik.
Untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik, diperlukan cara struktur dan spiritual. 


Secara sosiologis, hasil pembangunan hendaknya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, terutam masyarakat miskin.


Pelaksanaan pembangunan ditujukan pada pemberantasan hal-hal yang berkaitan dengan kemiskinan yang umumnya melanda negara-negara yang sedang berkembang, dalam sosiologi, pembangunan adalah proses peningkatan taraf hidup masyarakat yang didasarkan pada realitas sosial.


Dengan cara itu masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan dengan cita-cita dan harapan mereka sendiri.


2. Kegunaan sosiologi dalam pemecahan masalah sosial

Adanya masalah sosial berdasarkan definisi adalah masalah yang ditimbulkan oleh masyarakat itu sendiri.


Dengan demikian, masalah sosial adalah masalah yang melibatkan sejumlah besar manusia.


Adanya gejala masalah sosial, erat hubungannya dengan kurang baiknya kesehatan masyarakat, merosotnya kewibawaan pemimpin, dan adanya berbagai konflik dalam masyarakat.


Áda dua metode untuk menanggulangi masalah sosial, yaitu metode preventif dan metode refresif.

✔ Metode preventif dilakukan dengan melakukan penelitian yang mendalam terhadap gejala-gejala sosial.


✔ Metode represif adalah proses pembangunan secara langsung terhadap masalah sosial yang sedang tumbuh dan dirasakan masyarakat.


Dalam buku sosiologi dan masalah, karya Abdul Syani, ada dua metode, yaitu :

✔ Metode coba-coba (trial dan error methods) adalah cara menanggulangi masalah yang masih sederhana.


✔ Metode analisis adalah cara penanggulangan masalah sosial dengan melakukan penelitian-penelitian secara ilmiah.


3. Kegunaan sosiologi dalam perencanaan sosial

Perencanaan sosial adalah suatu kegiatan untuk mempersiapkan masa depan secara ilmiah.


Perencanaan sosial lebih bersifat preventif karena kegiatannya memberi pengarahan dan bimbingan sosial mengenai cara-cara hidup masyarakat yang baik.


Kegunaan sosiologi dalam perencanaan sosial antara lain :

✔ Sosiologi mengkaji perkembangan kebudayaan masyarakat dari taraf tradisional sampai taraf modern.


✔ Sosiologi mengkaji hubungan manusia dengan alam sekitarnya, hubungan antar golongan dalam masyarakat, dan mempelajari proses perubahan dalam masyarakat.


✔ Sosiologi merupakan disiplin ilmu yang objektif sehingga pelaksanaan perencanaan sosial diharapkan lebih sedikit penyimpangannya.


✔ Perencanaan sosial secara sosiologis merupakan alat untuk mengetahui perkembangan kehidupan masyarakat.


✔ Dengan berpikir secara sosiologis dapat diketahui keterbelakangan dan kemajuan masyarakat dalam bidang kebudayaan, yaitu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


RUANG LINGKUP KAJIAN SOSIOLOGI

Ruang lingkup kajian sosiologi lebih luas dari ilmu sosial lainnya karena mencakup semua interaksi yang berlangsung antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok dalam lingkungan masyarakat.


Sosiologi mengkaji beberapa hal, diantaranya :

(1) Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipil yang berkaitan dengan produksi, distribusi, dan penggunaan sumber-sumber kekayaan alam;


(2) Masalah kewenangan, yaitu pihak-pihak yang membuat kebijakan, berkaitan dengan apa yang dialami warganya;


(3) Persoalan sejarah, yaitu dengan catatan kronologis, misalnya usaha dan kegiatan manusia beserta prestasinya yang terekomendasikan.


Sosiologi dapat dihubungkan dengan kejadia-kejadian sejarah, sepanjang kejadian itu memberi keterangan beserta uraian tentang proses kelangsungan hidup kelompok-kelompok, atau beberapa peristiwa dalam sejarah dari kelompok-kelompok manusia.


MANFAAT MEMPELAJARI SOSIOLOGI

Telah dibicarakan dimuka bahwa dengan menempatkan sistem interaksi sosial sebagai sasaran perhatian, sosiologi memiliki lingkup penelitian yang luas. 


Berbagai hal atau gejala yang berhubungan dengan sistem interaksi sosial dapat dipahami secara sosiologis.


Penggunaan satu pendekatan ilmiah saja kurang membuahkan hasil untuk memecahkan masalah dalam masyarakat yang semakin kompleks.


Dan perlu ditegaskan disini bahwa sosiologi bukanlah alat untuk memecahkan masalah, melainkan suatu disiplin ilmiah untuk memahami masyarakat. 


Hasil pemahaman sosiologilah sebagai bahan pertimbangan dalam upaya pemecahan masalah.


PENGUMPULAN DATA SOSIOLOGI

Dalam melakukan simulasi sosial yang harus kita ingat dalam melakukan hal tersebut adalah kita harus berhati-hati dalam membuat model dari fenomena sosial yang kita amati.


Kita harus dapat membatasi masalah berdasarkan aspek dan perspektif yang kita amati.


Hal ini sangat penting karena sangat mungkin orang akan membuat model dari aspek dan perspektif yang berbeda terhadap sebuah masyarakat.


Selain itu, konteks masalah yang kita amati juga harus jelas karena sangat mungkin orang menggunakan istilah yang sama untuk konteks yang berbeda.


Namun satu hal yang pasti, kita dapat memecahkan suatu fenomena sosial dengan jauh lebih baik ketika kita menggunakan sebanyak mungkin aspek dan perspektif, meskipun aspek dan perspektif tersebut kontradiktif.


Pemodelan dan simulasi selalu diawali dengan ketertarikan kita pada suatu fenomena di dunia nyata. Fenomena ini kita namakan target. 


Tujuan selanjutnya adalah membuat model dari fenomena (target) tersebut, yang lebih sederhana dibandingkan dengan fenomena tersebut.


Dalam model statistika, peneliti mengembangkan sebuah model melalui suatu abstraksi dari suatu perkiraan tentang proses sosial yang terjadi.


Pada metode ini, biasanya model yang dikembangkan berupa persamaan-persamaan matematis atau uraian-uraian kualitatif tentang suatu hal.


Selanjutnya seorang peneliti haruslah mengumpulkan beberapa data yang akan digunakan untuk melakukan estimasi.


Analisis yang dilakukan selanjutnya terdiri dari :

Pertama, peneliti akan membandingkan apakah prediksi yang dihasilkan oleh model memiliki kemiripan dengan data aktual yang didapat.


Kedua, peneliti mengukur besar dari parameter dan membandingkan besar tersebut untuk mengidentifikasi parameter terpenting.


Untuk membuat simulasi sosial, seperti pada model statistika, seorang peneliti juga membangun suatu model dengan berasumsi pada perkiraan proses sosial yang ada.


Namun berbeda dengan model statistik yang cenderung menggunakan persamaan matematis, model yang dibangun didasarkan pada program komputer-alur kerja, urut-urutan dari proses sosial tersebut.


Program tersebut kemudian disimulasikan yang berarti dijalankan pada komputer, dan hasil yang didapat diamati.


Model yang didapat digunakan untuk memperoleh data hasil simulasi.


Data hasil simulasi ini kemudian dibandingkan dengan data yang didapat dari lapangan untuk dicek apakah model yang dibangun menghasilkan output yang mirip dengan kondisi sebenarnya.


Kedua metode ini dapat digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena sosial yang ada.


Namun meskipun terdapat banyak kesamaan antara dua metode ini, terdapat perbedaan yang sangat besar diantara keduanya.


Bila model statistik bertjuan untuk menjelaskan hubungan antara variabel yang terukur pada satu waktu tertentu, simulasi sangat memperhatikan keseluruhan proses yang terjadi.


Dalam simulasi, dapat diperoleh penjelasan yang eksplisit tentang proses yang terjadi pada fenomena sosial yang dimodelkan.


Hal yang kontras terjadi pada pemodelan secara statistik, yaitu pada metode ini akan dihasilkan pola dari hubungan-hubungan antara variabel yang diukur, namun dia tidak dapat memodelkan mekanisme yang mendasari hubungan-hubungan tersebut.


Sumber ; Sosiologi untuk kelas X oleh ; Drs. Yulmaida Yulir, Dra. Mega Ernita Dahlan, Dra. Sri Hartati, Ade Darsono S.Pd, Drs. Priyanto, Drs. Kuat Risyanto, Drs. Hartoyo, Hj. Sulasih-dari Penerbit Pt. Pustaka Gemilang


Jumat, 25 November 2016

Ruang Lingkup Ilmu Biologi

Ruang lingkup biologi

A. PENDAHULUAN

Biologi mengkaji berbagai persoalan yang berkaitan dengan berbagai fenomena kehidupan makhluk hidup pada berbagai tingkat organisasi kehidupan dan interaksinya dengan faktor lingkungan.


Makhluk hidup sebagai objek biologi memiliki karakteristik tersendiri dibanding objek sains lainnya.


Reaksi kimia di alam bebas tidak dapat berlangsung tetapi menjadi berlangsung jika berada di dalam tubuh makhluk hidup.


Mengapa demikian ?


Di dalam tubuh makhluk hidup terdapat enzim sebagai biokatalisator.


Contoh lain benda tak hidup tidak dapat memberikan respon terhadap rangsang yang diberikan, sedangkan makhluk hidup mampu merespon rangsang yang diberikan karena adanya sistem koordinasi dan regulasi di dalam tubuhnya.


Berdasarkan struktur keilmuan menurut BSCS ( Biological Science Curricullum Study, Meyer 1980 ) Biologi memiliki objek berupa kerajaan ( Kingdom ) : 

Plantae ( Tumbuhan ), Animalia ( Hewan ), dan Protista.


Ketiga objek tersebut dikaji dari tingkat molekul, sel, jaringan, dan organ, individu, populasi, komunitas, sampai tingkat bioma.


Adapun persoalan yang dikaji meliputi 9 tema dasar, yaitu :


1. Biologi ( sains ) sebagai proses inkuiri ( penemuan ).
2. Sejarah konsep biologi.
3. Evolusi.
4. Keanekaragaman dan keseragaman.
5. Genetika dan kelangsungan hidup.
6. Organisme dan lingkungan.
7. Perilaku.
8. Struktur dan fungsi.
9. Regulasi.


Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, objek biologi juga terus berkembang.


Klasifikasi makhluk hidup yang semula hanya dibagi menjadi 3 kerajaan berubah menjadi 5 kerajaan, yaitu meliputi kerajaan :


1. Plantae
2. Animalia
3. Protista
4. Monera
5. Fungi ( jamur )


B. RUANG LINGKUP BIOLOGI


Bahkan dalam perkembangan terakhir dunia makhluk hidup diklasifikasikan menjadi 6 kerajaan, yaitu :


1. Plantae
2. Animalia
3. Protista
4. Fungi
5. Archaebacteria
6. Eubacteria


Di dalam biologi hal yang dipelajari adalah makhluk hidup yang disebut juga organisme.


Supaya dapat bertahan hidup, organisme harus dapat melangsungkan semua fungsi hidup.


Semua organisme memerlukan makanan, mengedarkan makanan, mengeluarkan sisa - sisa makanan, mengambil energi dari makanan, dan berkembang biak untuk mempertahankan jenisnya.


Fungsi tersebut biasa kita kenal sebagai ciri - ciri hidup.


Organisme yang terdiri atas satu sel disebut juga uniseluler dan yang terdiri atas banyak sel disebut multiseluler.


Pada organisme uniseluler, segala fungsi hidup dijalankan oleh sel itu sendiri.


Karena fungsi hidup tidak hanya satu, maka terjadilah suatu sistem yang terdiri atas subsistem - subsistem.


Makin banyak subsistem yang menyusun organisme, makin kompleks organisasinya.


Di dalam ilmu biologi, yang termasuk objek biologi adalah tumbuhan dan hewan, sedangkan makhluk hidup yang ukurannya sangat kecil dan tidak dapat teramati oleh mata telanjang termasuk dalam protista.


Satu tumbuhan ataupun satu hewan merupakan individu.


Bila jumlah individu misalnya 100, maka kumpulan dari 100 individu tersebut dinamakan populasi.


Di lingkungan sekitar kita terdapat bermacam - macam populasi, misalnya populasi rumput, populasi belalang, populasi ikan, dan sebagainya.


Kumpulan populasi akan membentuk sebuah komunitas, yaitu komunitas di sekitar lingkungan.


Kumpulan komunitas akan membentuk suatu bioma.


Contoh bioma besar yang ada di dunia adalah :


1. Bioma gurun
2. Bioma padang rumput
3. Bioma hutan gggur
4. Bioma hutan hujan tropis
5. Bioma taiga
6. Bioma tundra


Pemberian nama bioma tersebut berdasarkan jenis tumbuhan yang paling dominan.


Misalnya, diberi nama bioma gurun karena tumbuhan gurun yang dominan di sana adalah tumbuhan kaktus.


Tumbuhan yang hidup di suatu bioma menentukan hewan herbivor yang hidup di bioma tersebut ; hewan herbivor akan menentukan hewan karnivor yang hidup di bioma tersebut ; sehingga akan terbentuk rantai makanan yang khas untuk bioma tersebut.


C. STRUKTUR ORGANISASI KEHIDUPAN


Struktur organisasi kehidupan dalam berbagai tingkat dapat dijelaskan sebagai berikut.


1. Organisasi kehidupan tingkat molekul


Makhluk hidup yang hanya terdiri dari molekul adalah virus.


Karena tubuh virus terdiri atas protein ( senyawa organik ) dan molekul DNA atau RNA ( DNA : Deoxyribo-Nucleic Acid = Asam Deoksiribonukleat, RNA : Ribonucleic Acid = Asam Ribonukleat ).


2. Organisasi kehidupan tingkat sel


Makhluk hidup yang terdiri dari satu sel seperti Protozoa, bakteri, dan tumbuhan bersel satu merupakan contoh makhluk hidup tingkat seluler.


3. Organisasi kehidupan tingkat jaringan


Jaringan merupakan kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama.


Makhluk hidup yang terdiri dari jaringan seperti Porifera dan Coelenterata merupakan contoh organisasi kehidupan tingkat jaringan.


Porifera dan Coelenterata merupakan hewan diplobastik karena memiliki 2 lapisan sel pembentuk tubuh, yaitu lapisan terluar ektoderm dan lapisan terdalam endoderm.


4. Organisasi kehidupan tingkat organ


Organ merupakan kumpulan jaringan dengan fungsi tertentu.


Makhluk hidup yang tersusun oleh organ adalah Platyhelminthes.


Tubuh Platyhelminthes tersusun atas 3 lapisan yaitu :


a. Ektoderm ( lapisan luar )


Dalam perkembangan selanjutnya, ektoderm akan membentuk epidermis dan kutikula.


b. Mesoderm ( lapisan tengah )


Dalam perkembangan selanjutnya, mesoderm akan membentuk alat reproduksi, jaringan otot, dan jaringan ikat.


c. Endoderm ( lapisan dalam )


Dalam perkembangan selanjutnya, endoderm akan membentuk gastrodermis / gastrovaskuler sebagai saluran pencernaan makanan.


5. Organisasi kehidupan tingkat sistem organ


Sistem organ tersusun oleh organ - organ yang saling berinteraksi untuk melaksanakan fungsi di dalam tubuh.


6. Organisasi kehidupan tingkat individu


Manusia merupakan contoh organisasi kehidupan tingkat individu, karena manusia tersusun oleh sistem organ - sistem organ.


Contohnya sistem organ pencernaan manusia tersusun oleh bermacam - macam organ, anaara lain :


1. Rongga mulut
2. Esofagus ( kerongkongan )
3. Lambung, hati, pankreas
4. Usus halus ( intestinum )
5. Usus besar
6. Rektum
7. Anus


Organ - organ tersusun oleh bermacam - macam jaringan.


Macam - macam jaringan penyusun organ antara lain :


1. Jaringan epitel
2. Jaringan otot
3. Jaringan pengikat/penyokong
4. Jaringan saraf


Jaringan-jaringan tersusun oleh sel.


Sel penyusun jaringan mempunyai bentuk dan fungsi yang sama.


Di dalam sel terdapat cairan yang disebut sitoplasma dan organel-organel yang berfungsi menjalankan proses kehidupan.


Sitoplasma dan organel di dalam sel disebut dengan protoplasma.


Protoplasma merupakan substansi dasar kehidupan, tersusun oleh senyawa organik maupun anorganik.


Senyawa-senyawa organik maupun anorganik tersusun oleh molekul-molekul.


Semua makhluk hidup memiliki kesamaan, yaitu tersusun oleh molekul DNA (Asam Deoksiribo Nukleat).


D. CABANG-CABANG BIOLOGI


Biologi murni pada dasarnya dapat dibagi dua, yaitu pembagian berdasarkan "lapisan" vertikal, dan pembagian berdasarkan "keratan" taksonomi.


A. Lapisan vertikal


Morfologi : tentang bentuk luar tubuh.

Anatomi : tentang bagian-bagian dalam tubuh.

Histologi : tentang jaringan mikroskopis.

Fisiologi : tentang faal atau proses kerja tubuh.

Genetika : tentang sifat keturunan/pewarisan sifat.

Embriologi : tentang perkembangan embrio.

Organologi : tentang organ.

Teratologi : tentang kemungkinan bayi cacat dalam kandungan.

Ekologi : tentang "rumah" organisme.

Evolusi : tentang perkembangan makhluk hidup dari sederhana ke arah yang sempurna.

Palaeontologi : tentang kehidupan organisme dimasa lampau.

Ontogeni : tentang perkembangan makhluk hidup sejak embrio hingga dewasa.

Dan lain-lain.


B. Keratan taksonomi atau sistematika.


Mikologi : tentang jamur.

Mikrobiologi : tentang jasad renik.

Virologi : tentang virus.

Entomologi : tentang serangga.

Ornitologi : tentang burung.

Botani : tentang tumbuhan.

Zoologi : tentang hewan.

Bakteriologi : tentang bakteri.

Dan lain-lain.


E. MANFAAT DAN BAHAYA PERKEMBANGAN BIOLOGI.


Kemajuan biologi yang demikian pesatnya harus diimbangi dengan iman dan takwa, sehingga kemajuan ilmu dan teknologi tidak disalahgunakan yang justru membahayakan kehidupan manusia.


Dengan belajar biologi sebagai sains diharapkan kita memiliki keterampilan sains dan bersikap ilmiah.


Seseorang yang memiliki dan mengamalkan pengetahuan biologi akan bersikap dan bertindak berbeda terhadap berbagai persoalan hidup dan kehidupan dibandingkan orang yang tidak memiliki pengetahuan biologi.


Peran utama biologi dalam kehidupan membentuk manusia yang sadar terhadap hidup dan kehidupan dalam lingkungannya.


Biologi telah menolong manusia di dunia dari berbagai malapetaka seperti wabah penyakit dan kelaparan. 

Dengan biologi, ilmuwan mengetahui bagaimana penyakit dapat menyebar dan menular sehingga memudahkan cara menanggulanginya dan memberantas penyakit tersebut.


Demikian juga biologi telah membuat orang menyadari pentingnya memilih makanan yang baik dan bergizi untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuhnya.


Berbagai macam obat-obatan antibiotik serta anti infeksi, telah menyelamatkan jutaan manusia dari kematian telah ditemukan, juga melelui pengetahuan biologi.


Di Indonesia, kebutuhan bahan makanan tercukupi berkat pengetahuan biologi, yaitu penemuan bibit unggul, cara menanam, cara pemeliharaan, dan juga pemberantasan hama dengan menggunakan hama transgenik.


Pengetahuan biologi telah mengajarkan kepada kita cara menjaga dan melestarikan flora dan fauna yang merupakan kekayaan alam Indonesia dan merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang tak ternilai harganya.


Dengan pengetahuan biologi, manusia dapat melestarikan penyediaan bahan makanan pokok seperti karbobidrat, protein, lemak, dan vitamin yang berasal dari hewan maupun tumbuhan, demikian juga penyediaan sandang maupun pangan.


Namun dengan pengetahuan biologi pula manusia memanfaatkan kekayaan alam tanpa memperhatikan keutuhan ekosistem, sehingga tatanan lingkungan rusak dan mengakibatkan banjir yang merenggut puluhan jiwa manusia dan harta benda.


Demikian juga penggunaan bibit unggul mengakibatkan berkurangnya keanekaragaman hayati ; penggunaan pestisida dalam waktu lama yang menyebabkan hama menjadi resisten dan sisa pestisida yang mencemari lingkungan.


Penggunaan senjata biologi berupa bakteri patogen dalam sampul surat yang terjadi di negara maju dapat mengakibatkan manusia tertular penyakit yang berbahaya.


Sumber: Buku Penuntun Biologi SMA untuk kelas X penerbit Erlangga
Oleh : D. A. Pratiwi, Sri Maryati, Srikini, Suharno, Bambang S.


Widget Recent Post Elegan Dengan Gambar Untuk Blogger



Widget recent post untuk sebuah blog adalah bagian yang cukup penting bahkan bisa di bilang sangat penting bagi navigasi blog.


Dengan menyediakan widget recent post, pengunjung akan dengan mudah menjelajahi postingan terbaru pada blog setelah membaca sebuah artikel.

Disamping sudah adanya related post yang lebih memuat postingan terkait berdasarkar label.


Sementara recent post memuat postingan - postingan yang baru - baru ini dibuat berdasarkan tanggal terbaru sesuai urutan waktu.


Untuk memasang recent post di blogspot, Anda bisa menambahkannya melalui widget html yang telah disediakan.


Kali ini, saya akan membagikan kode html untuk recent post yang akan terlihat sangat elegan di blog anda dengan tumbnail gambar yang keren pula.


Cara untuk memasangnya adalah melalui langkah berikut ;


Pertama- tama, masuklah ke dashboard blogger.


Kemudian pilih menu tata letak lalu pilih Add a new gadget "HTML/Javascript" kemudian copy-paste kan  kode dibawah ini :


<style type='text/css'>
img.recent_thumb {padding:1px;width:75px;height:75px;border:1px solid silver;border-radius:50%;float:left;margin:5px;}
.recent_posts_with_thumbs {float: left;width: 100%;min-height: 70px;margin: 5px 0px 5px 0px;padding: 0;font-size:12px;}
ul.recent_posts_with_thumbs li {padding-bottom:5px;padding-top:5px;min-height:65px;}
.recent_posts_with_thumbs a {text-decoration:none;}
.recent_posts_with_thumbs strong {font-size:10px;}</style>
<script style='text/javascript' src='http://yourjavascript.com/31759551731/simple-recent-post-by-msdesign.js'></script>
<script style='text/javascript'>
var numposts = 5;
var showpostthumbnails = true;
var displaymore = false;
var displayseparator = true;
var showcommentnum = true;
var showpostdate = true;
var showpostsummary = false;
var numchars = 100;</script>
<script src='http://caraseven.blogspot.com/feeds/posts/default?orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentpostswiththumbs'></script>


Penting: "caraseven.blogspot.com" ganti url diatas dengan url blog anda.


Jika sudah, klik simpan.


Sekarang blog anda sudah terpasang widget recent post elegan dengan tumbnail gambar seperti pada blog caraseven.blogspot.com ini.


Selamat mencoba.


Kamis, 24 November 2016

Pemprov DKI Siapkan Ribuan Petugas Guna Atasi Dampak Bencana Banjir Jakarta

Banjir jakarta
 http://m.liputan6.com/news/read/2660800/ribuan-petugas-disiagakan-antisipasi-bencana-di-jakarta

Ribuan petugas disiapkan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghadapi dan mengantisipasi kemungkinan bencana yang akan terjadi selama musim penghujan.


Para petugas yang disiapkan pemerintah DKI ini disiapkan sedini mungkin sebagai pasukan cepat tanggap siaga terhadap bencana, khususnya banjir yang aka meredam ibukota nanti.


Untuk mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi kedepan, Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana pun digelar oleh Pemprov DKIbertempat di Silang Monas, Jakarta Pusat, pada kamis ( 24/11/2016).


PLT Gubernur Dki Sumarsono menjelaskan jika para petugas yang sekarang ini disiapkan adalah sebagai antisipasi alias sedia payung sebelum hujan.


Seperti dikutip Liputan6.com dari Antara ;


"Ada ribuan petugas yang kami siagakan selama musim hujan untuk jaga-jaga kemungkinan terjadi bencana. Ini seperti sedia payung sebelum hujan,"


Jika sewaktu - waktu terjadi bencana di DKI, terutama karena banjir Jakarta, maka pertugas inilah yang nantinya akan terjun langsung ke lapangan menangani bencana tersebut.


Semarsono memuji langkah cepat tanggap jajaran Pemprov DKI yang telah berusaha sangat keras untuk mengurangi dampak yang diakibatkan oleh banjir di Jakarta.


"Saya senang, pasukan biru, pasukan oranye, pasukan hijau, yang mengatur lalu lintas, semua jajaran sudah melaksanakan tugas sebaik-baiknya di lapangan. Saya berikan apresiasi," ujar Sumarsono.


Untuk mengatasi banjir akibat hujan yang terus menerus saat musim penghujan, Pemerintah Provinsi DKI telah mengupayakan melakukan pengerukan saluran air dan sungai yang ada di ibukota.


Hampir seluruh saluran air dan sungai saat ini sudah dikeruk, tukasnya. Sumarsono mengungkapkan ;


"Tentu saja ini sangat menakjubkan. Sekarang hampir semua aliran air sudah bersih dari sampah, jadi air bisa mengalir dengan lancar," ujar Sumarsono.